1N3B

Education should be free from Geographic, Ethnicity, Religion, Race, and Social Group Isolation

Laporan Kegiatan Acara “1 Nusa 1 Bangsa 1 Bahasa 1 Bumi” di Desa Ranupani Tahun 2007

Pada 27 Oktober 2007 Komunitas Pangrango mengadakan acara “1 Nusa 1 Bangsa 1 Bahasa 1 Bumi” dalam rangka Perayaan 79 Tahun Sumpah Pemuda (1928 – 2007). Acara berlangsung di Desa Ranupani, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur dan dimulai pada jam tujuh pagi sampai petang. Acara ini disponsori oleh PT Excelcomindo Pratama (Tbk).

Segenap proses acara ini melibatkan sekitar 56 orang dari Bali, Jawa Timur dan Jakarta dalam berbagai bidang. Sebanyak 34 orang di antaranya turun ke lapangan pada hari-H sedang selebihnya terlibat dalam tahap persiapan taman bacaan dan pasca-acara.

Kegiatan ini mendapat liputan 2 radio siaran swasta, 1 internasional, dan 1 media cetak. Jaringan Radio Delta FM di 22 kota se-Indonesia mengudarakan wawancara dengan salah seorang panitia acara ini dari Surabaya pada 26 September 2007.

Publikasi pasca-acara berlangsung pada 5 November 2007 di Radio Elfara Malang. Satu media cetak yang mengabarkan acara ini adalah Surabaya Post pada 29 Oktober 2007. Stasiun radio BBC sedang dalam proses pengudaraan wawancara perihal “1 Nusa 1 Bangsa 1 Bahasa 1 Bumi” ini di media mereka.

Berikut ini laporan pelaksanaan dan keuangan kegiatan. Pertama-tama akan dipaparkan serba-singkat pelaksanaan pada hari-H. Bagi mereka yang suka angka digelar laporan keuangan pada bagian kedua. Laporan keuangan sengaja diberikan bukan dalam bentuk tabel dan langsung diberi penjelasan untuk membantu pembaca menempatkan angka realisasi anggaran terhadap rencana anggaran di proposal dan realisasi di lapangan.

Laporan Kegiatan

A. Laporan Pelaksanaan
Ada tiga acara pokok yang telah dilangsungkan dalam “1 Nusa 1 Bangsa 1 Bahasa 1 Bumi”. Dua acara, yakni pendidikan sains alam-bebas dan sarasehan bahasa bersama porter dan pemandu lokal, merupakan sebentuk promosi untuk mengundang minat warga desa berkunjung dan belajar apa saja di taman bacaan desa.
Big Circle
Dragon Game

Pertama, acara pendidikan sains dan humaniora luar-ruangan untuk 140 murid SD dan 125 murid TK dengan sekali rehat kacang hijau. Berlangsung mulai jam tujuh pagi sampai sebelas siang, acara ini membuka enam pos eksperimen, yakni

1. Roket Air (fisika/kimia)

2. Gunungapi (kimia/vulkanologi)
Percobaan Gunung Berapi

3. Telepon Kaleng (fisika/bahasa)
Telepon Kaleng

4. Sulap Balon (fisika)
Sulap Balon

5. Erosi (fisika/lingkungan hidup)
Percobaan Erosi

6. Elektromagnet (fisika/geografi)
Percobaan Elektromagnet

Acara ditutup dengan kuis sains memperebutkan cindera-mata tas pemberian XL dan Gravel, serta buku baru yang khusus dirogoh dari kocek kas Pangrango. Cindera-mata menjadi milik penjawab sukses dan buku disumbangkan sang pemenang kepada taman bacaan desa yang bakal diresmikan. Acara ini sedari dini membiasakan anak menyumbang kelebihan otak mereka bagi bangsanya.

Untuk murid TK tidak dibuka pos percobaan sains dan humaniora melainkan origami sederhana untuk merangsang koordinasi antara motorik (otot), kognisi (berpikir), dan afeksi (daya cipta).

Acara kedua adalah peresmian taman bacaan oleh Kepala Desa Ranupani dan wakil PT Excelcomindo Pratama (Tbk) Sabtu siang usai acara pendidikan. Taman Bacaan ini diberi nama “RUMBA RANUPANI”. “RUMBA” artinya “rumah baca”. Taman bacaan baru ini, yang berada di depan Kantor Kelurahan Desa Ranupani, adalah milik warga Desa Ranupani dan terbuka untuk dikunjungi semua orang.
Rumba Ranupani

Ada satu perusahaan yang menyumbang satu televisi berukuran 29 inch dan DVD Player bagi “RUMBA RANUPANI”. Perkakas elektronik itu akan menjadi sarana belajar multimedia tambahan yang diharapkan mengundang lebih banyak warga desa belajar di taman bacaan.

Satu hal lain yang perlu dilaporkan adalah datangnya sumbangan buku organisasi pencinta alam SMAN IV Probolinggo pada Sabtu sore. Sumbangan ini diterima oleh Koordinator Taman Bacaan “1 Nusa 1 Bangsa 1 Bahasa 1 Bumi”.

Para siswa SMAN IV Probolinggo bertungkus-lumus menggalang buku dan membawanya sendiri dengan motor roda-dua ke Desa Ranupani. Lebih daripada memberi buku, mereka berkomitmen memasukkan “RUMBA RANUPANI” dalam agenda kegiatan sosial tahunan organisasi.

Dengan demikian per 27 Oktober 2007 sudah ada satu komunitas Jawa Timur yang berkomitmen bakal ikut merawat taman bacaan ini. Diharapkan akan datang lebih banyak lagi organisasi di sekitar TNBTS (Taman Nasional Bromo Tengger Semeru) yang mau ikut mengisi acara rutin di “RUMBA RANUPANI”.

Acara pokok ketiga berupa Sarasehan Ekowisata. Acara dimulai pada Sabtu jam empat sore dan dihadiri oleh sekitar 40 porter dan pemandu lokal Desa Ranupani. Acara ini mau menekankan pada hadirin bahwa kemahiran bercakap-cakap dalam bahasa Inggris dengan turis mancanegara bakal membuka peluang mereka mendapat pendapatan sedikit lebih.
Sarasehan Ekowisata

Untuk mencapai hal itu Komunitas Pangrango membuat buku panduan percakapan sederhana bahasa Inggris yang dianggap kudu dikuasai seorang porter. Apabila mereka ingin lebih mahir berbahasa asing, tim ekowisata mempersilakan para porter dan pemandu datang ke “RUMBA RANUPANI”.

Tiga pokok acara “1 Nusa 1 Bangsa 1 Bahasa 1 Bumi” usai ketika malam tiba di Desa Ranupani. Setelah jalan-jalan semalaman di sekitar Desa Ranupani, hampir semua anggota tim pelaksana hari-H turun dari Desa Ranupani pada Minggu sore 28 Oktober 2007.

B. Laporan Keuangan

1. Pos Pendapatan

Total uang yang masuk untuk kegiatan ini Rp22.677.455, 51 persen lebih banyak ketimbang anggaran yang tercantum di proposal. Penyebab utama melesetnya anggaran terutama swadaya komunitas yang membengkak 718% terhadap rencana anggaran. Semula diperkirakan komunitas hanya menyumbang Rp1.000.000, ternyata terkumpul Rp8,17juta. Terimakasih atas kepercayaan teman-teman pada Tim “1 Nusa 1 Bangsa 1 Bahasa 1 Bumi”.

Sumber dana terbesar kegiatan ini berasal sponsor, dalam hal ini PT Excelcomindo Pratama (Tbk) yang mencapai 50% total pemasukkan. Total dana yang dikucurkan oleh PT Excelcomindo Pratama (Tbk) lewat program ‘XL Care’ mencapai Rp11.500.000, lebih besar 5% terhadap rencana anggaran.

Sumber dana terakhir adalah Desa Ranupani sendiri berupa rak dan ruang baca. Kendati nilainya hanya 13 persen terhadap realisasi anggaran, sumbangan ini mutlak menentukan sukses-tidaknya seluruh acara ini. Tak bakal ada taman bacaan ‘RUMBA RANUPANI’ tanpa kesediaan warga desa membuatkan rak dan menyiapkan ruangan.

2. Pos Pengeluaran

Sebanyak 24% (Rp5,4juta) dana yang terhimpun disalurkan untuk Pos Pengadaan Buku berikut biaya distribusi. Total buku baru dan sumbangan untuk taman bacaan sekitar 800 eksemplar, dan masih ada DVD/VCD pendidikan multimedia. Penyaluran dana sebanyak ini 10 persen lebih gemuk daripada anggaran. Pembengkakan ini terjadi akibat melimpahnya buku baru dan sumbangan yang harus disampul dan dikirim ke lokasi. Semakin banyak buku semakin banyak pula dana keluar untuk distribusi dan penyampulan.

Pengeluaran Pos Pengadaan Buku dan Rak mencapai Rp3,8juta, membengkak 27% terhadap anggaran akibat adanya keperluan papan nama. Papan nama taman bacaan memang tidak dianggarkan dalam rencana pengeluaran di proposal, tapi muncul belakangan atas kesepakatan tiga pihak, yakni Komunitas Pangrango, sponsor, dan Desa Ranupani.

Pos pengeluaran ketiga terbesar (15 persen) adalah penyediaan rekaman multimedia pendidikan dalam bentuk VCD/DVD dan distribusinya. Pos ini sudah direncanakan ada sejak awal sebagai cara belajar jarak-jauh multimedia anak-anak Ranupani mengenai aspek keilmuan pelajaran di lapangan yang mereka ikuti pada 27 Oktober 2007. Juga tercakup dalam rekaman ini rincian lebih lanjut acara “Sarasehan Ekowisata” mengenai cara bercakap-cakap dengan turis asing dalam bahasa Ingggris dan manajemen pengelolaan taman bacaan.

Pos pengeluaran terbesar keempat (13 persen) adalah Pos Promosi dan Kehumasan yang banyak berkutat dengan spanduk dan media promosi lain. Pengeluaran di bagian ini sudah menjadi konsekuensi ikatan kerjsama sponsorship Pangrango dan sponsor.

Sebanyak 11 persen pengeluaran mengalir ke Pos Konsumsi. Pengeluaran pos ini membengkak 142 persen terhadap anggaran karena jumlah tim yang turun ke lapangan pada hari-H mencapai 34 orang, dua kali sebanyak rencana semula. Pengeluaran di bagian ini memang berbanding lurus dengan jumlah personil dan murid di lapangan.

Sekalipun menjadi pusat perhatian, Pos Pendidikan Sains Luar-Ruangan hanya menelan 8 persen total pengeluaran, hemat 6 persen terhadap rencana anggaran. Hal terjadi karena sejak dini sudah ditekankan bahwa prinsip pengadaan bahan praktikum acara semacam ini haruslah semurah dan semudah mungkin tanpa melecehkan kandungan ilmunya. Semakin besar biaya di pos ini, semakin sulit anak-anak mengulangi eksperimen ini.

Kalau mau jujur, pos ini sukses dijalankan lebih terutama karena kualitas para mentor dalam membawakan acara ini. Tim keuangan tak mungkin menilai nominal para mentor acara ini. Terimakasih atas kesediaan mentor-mentor berbakat dari Bali, Jawa Timur, dan Jakarta dalam pos ini.

Pengeluaran terakhir yang perlu dipaparkan dalam laporan ini adalah Pos Transportasi dan Akomodasi. Pos ini menelan 4 persen realisasi anggaran, tapi separuh lebih irit ketimbang perencanaan. Penghematan di bagian ini terjadi berkat upaya negosiasi transportasi. Penghematan ini memperlihatkan ada aspek sosial pula dari pemilik truk yang membawa tim naik-turun dari Tumpang ke Ranupani.

Sisa pengeluaran selebihnya (8 persen) mengalir untuk Pos “Lain-lain” yang terlalu rumit untuk dijelaskan secara rinci.

Tinggal satu acara yang akan menutup rangkaian “1 Nusa 1 Bangsa 1 Bahasa 1 Bumi”. Acara itu berupa “Nonton Bareng” yang diharapkan tidak saja dihadiri oleh teman-teman yang pernah terlibat dalam penyampulan, hari-H, dan pasca-acara, melainkan bahkan komunitas yang berminat bertukar pengalaman atau membuat acara sejenis. Tim humas nantinya akan mengabarkan tempat dan tanggal acara ini.

***

Demikian telah dipaparkan serba seringkasnya laporan kegiatan acara “1 Nusa 1 Bangsa 1 Bahasa 1 Bumi”. Tim “1 Nusa 1 Bangsa 1 Bahasa 1 Bumi” , sekali lagi mengucapkan terimakasih atas dukungan segenap pihak yang telah membantu pendirian taman bacaan di Desa Ranupani.

Sampai bertemu dalam acara serupa di lain ruang dan waktu.

November 2007
Atas nama Tim “1 Nusa 1 Bangsa 1 Bahasa 1 Bumi”,

C.Sri Sutyoko Hermawan
Koordinator Umuma

Mengetahui,

Bendahara
Fahri

More from Report
Back to Top